Sabtu, 22 Desember 2018

Pendapat para tokoh psikologi

REFLEKSISME, PSIKOLOGI PURPOSIF DAN BEHAVIORISME

Nama: Amelia Prity Syani
NIM: 181301058

1.Ivan Petrovich Pavlov


Beliau merupakan seorang sarjana ilmu faal. Dalam penelitiannya, ia selalu berusaha menghindari konsep-konsep maupun istilah-istilah psikologi. Studinya yang penting mengenai refleks-refleks yang merupakan dasar perkembangan bagi aliran psikologi behaviorisme.
Penemuan yang sangat menentukan dalam sejarah psikologi adalah mengenai refleks berkondisi (conditioned reflex). Refleks berkondisi akan bertahan walaupun rangsangan tak berkondisi tidak ada lagi.

2.William McDougall

Beliau merupakan seseorang yang banyak meletakkan dasar-dasar bagi paham behaviorisme, namun ia tidak suka menyebut dirinya sebagai pelopor behaviorisme. Ia menamakan ajarannya sebagai psikologi purposif (bertujuan) atau psikologi hormik (hormic psychology).
7 ciri tingkah laku menurut McDougall:
1.Spontanitas gerakan.
2.Ketetapan dari aktivitas yang tidak tergantung.
3.Gerakan yang berketetapan itu bervariasi dalam tujuannya.
4.Gerakan akan berhenti bila sudah tercapai tujuan.
5.Akan terjadi persiapan untuk menghadapi situasi baru.
6.Kalau tingkah laku diulang beberapa kali dalam situasi yang sama, akan terjadi peningkatan efektivitas.
7.Reaksi organisme merupakan suatu totalitas
Kesimpulan : Refleks adalah gerakan yang bukan termasuk tingkah laku karena tidak memenuhi kriteria tersebut.

3.John Broadus Watson

J.B. Watson adalah pendiri behaviorisme di Amerika Serikat. Karyanya yang terkenal ialah Psychology as the Behaviorist. Ia berpendapat bahwa psikologi haruslah menjadi ilmu yang objektif, karena itu ia tidak mengakui adanya kesadaran yang hanya dapat diteliti melalui metode intropeksi. Watson sering disebut sebagai “naรฏve behaviorist”.
Dalam bidang pendidikan, ia percaya bahwa memberikan proses kondisioning tertentu dalam proses pendidikan, ia bisa membuat seorang anak mempunyai sifat-sifat tertentu.
J.B. Watson juga berpengaruh dalam psikoterapi, yaitu dengan digunakannya proses kondisioning untuk menyembuhkan kelainan-kelainan tingkah laku

4.Edwin Bisell Holt

Peranannya yang penting adalah memberikan landasan-landasan filsafat pada ajaran-ajaran Watson yang naif, sehingga behaviorisme menjadi lebih dapat diterima dan menjadi lebih logis. Holt mengatakan bahwa tingkah laku mempunyai tujuan, bukan sekedar rangkaian refleks belaka. Manusia dinamus karena tujuan tingkah laku manusia berubah-ubah dari waktu ke waktu. Atas dasar pemikiran ini kemudian timbul konsep psikodinamik.

5.Edward Chance Tolman

Ia melanjutkan ajaran Holt dan lebih dekat lagi pada McDougall dengan mengemukakan konsep psikologi purposive dalam behaviorisme. Ia mengatakan bahwa tingkah laku manusia secara keseluruhan disebut tingkah laku molar dan yang lebih kecil lagi disebut tingkah laku molekular. Behaviorisme dari Tolman disebut juga behaviorisme operasional karena ia mencoba memformulasikan tingkah laku ke dalam rumus :
B=f(S,A)
Ket. : B=Behavior;S=Situasi;A=Antecedent.
Kesimpulan : Tingkah laku adalah fungsi dari situasi dan hal-hal yang mendahului situasi tersebut. Dimana tugas psikologi adalah mempelajari hubungan antara B dengan S dan A.

6.B.F. Skinner

Skinner berpendapat bahwa tingkah laku sepenuhnya ditentukan oleh stimulus saja, tidak ada faktor perantara lainnya. Jadi rumusnya B=f(S). Suatu tingkah laku atau respon (R) tertentu akan timbul sebagai reaksi terhadap suatu stimulus tertentu (S). Teori ini dikenal dengan nama Teori S-R dari Skinner. Untuk menjelaskan teorinya, Skineer melakukan percobaan yang disebut proses kondisioning operant.

Daftar pustaka
Sarwono, berkenalan dengan aliran-aliran san tokoh-tokoh psikologi.

10 komentar:

Pengalamanku

Pengalaman ku selama berkuliah di psikologi Nama: Amelia Prity Syani NIM: 181301058 kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya sela...