Senin, 24 Desember 2018

Pengalamanku

Pengalaman ku selama berkuliah di psikologi

Nama: Amelia Prity Syani
NIM: 181301058

kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya selama berkuliah di fakultas psikologi. Sebelumnya saya akan ajak kalian semua untuk mengetahui seputar psikologi dulu.
 
  Kalian jangan takut ya kuliah di psikologi apalagi buat kalian yang sekarang di bangku kelas 3 SMA kalian jangan pernah takut ya, sebab berkuliah di psikologi itu menyenangkan kok kalau kalian bersungguh-sungguh dalam menjalankannya.

  Saran saya si,  sebelum kalian memilih kalian harus mengikuti hal-hal berikut:


  1. Kenali minat bakat kalian
Dalam hal ini,  kalian harus terlebih dahulu mengenal diri kalian. Jangan karena gengsi kalian pengen kuliah di fakultas terkenal tapi sebenarnya bakat kalian bukan disitu.  Kenali diri kalian dan kenali apa yang cocok untuk diambil. Ingat lho, ini mengenai masa depan kalian.  Jangan sampai salah pilih ya guys.

  2.  Bersungguh-sungguh dalam menjalankan sesuatu. 

Nah,  kali ini kalian harus lebih giat lagi dalam belajar. Yang tadinya kita gak ada minat sama sekali belajar sekarang ubah pandangan kita, fokuskan tujuan kita.  Ingat lho guys jangan sia-siakan kesempatan ini.  Tunjukkan kesemuanya kalau kalian bisa,  kalian bisa berkuliah dan meraih cita-cita kalian sesuai apa yang kalian impikan selama ini.  Walaupun kadang pacar bisa mengkhianati kita tapi satu hal yang mesti diingat bahwa "usaha tidak pernah mengkhianati hasil", hehehhe... Jadi be your self and take your dreams

  3. Berdoa

Kita sebagai makhluk yang berdasarkan pancasila pastinya yakin bahwa segalanya terjadi karena kehendak tuhan yang maha kuasa.  Jadi, kita jangan sampai lalai dalam berdoa dan meminta segalanya kepada tuhan.  Tuhan yang senantiasa berperan utama dalam perjalanan kita kedepannta.  Tuhan yang maha mengetahui apa yang terbaik untuk hambanya. Walaupun terkadang kita selalu diuji, jangan putus asa. Karena tuha. Pasti tau apa yang tepat untuk kita. Intinya tetaplah berdoa dan berserah diri kepada tuhan. 

 4. Minta restu ke orangtua

Sebelum memilih dan menerapkan pilihan kita, ada baiknya kita beri tahu ke orangtua kita. Orang tua selalu mendoakan yang terbaik untuk anaknya,  namun jika kalian ingin mendengarkan keinginan orang tua kalian kalian boleh mengikuti nya,  namun jika keinginan orang tua kita kurang bisa kita terima,  yakinkan keduanya tentang pilihan yang kamu inginkan. Insya allah pasti mereka mau menerima.

Nah,  begitulah tips saya sebelum menentukan piluhan berkuliah. 

 Sekarang masuk ke cerita saya,  saya dulu sebenarnya kurang mengerti dan mengetahui apa yang di pelajari di psikologi ini,  karena dahulu saya tidak begitu yakin kalau saya bisa lulus disini.  Kalau boleh jujur sebenarnya ini bukan pilihan utama saya. Dulu saya sangat antusias masuk di salah satu ikatan dinas di Indonesia. Sejujurnya saya kepengen masuk STAN, tapi harapan itu pun perlahan hilang semenjak saya berkuliah sebulan di fakultas psikologi. Sebenarnya saya akui kalau saya jatuh cinta pada pandangan pertama dengan mata kuliah Psikologi Umum 1 saya merasa ini adalah saya,  ini cocok dengan saya.  Saya benar-benar menyukainya.  

 Setelah pertengahan semester ganjil saya berlalu saya tidak menemukan kendala apapun,  sebab jika dikatakan tugas tidak terlalu sulit itu tidak benar karena menurut saya tugas-tugas itu lumayan sulit jika dipikir-pikit.  Namun, karena antusias saya dalam berkuliah di fakultas psikologi ini saya tidak merasa tugas-tugas itu sulit. 

Intinya berkuliah di psikologi itu menyenangkan. Tidak hanya itu saja, selama saya berkuliah saya selalu didampingi oleh teman-teman saya yang setia dan sudah pasti karena tujuan saya ingin meraih gelar S. Psi 

  Begitulah cerita saya, kepada teman-teman yang mau ambil fakultas psikologi jangan sungkan-sungkan ya, monggo di coba.. 

Sabtu, 22 Desember 2018

Pendapat para tokoh psikologi

REFLEKSISME, PSIKOLOGI PURPOSIF DAN BEHAVIORISME

Nama: Amelia Prity Syani
NIM: 181301058

1.Ivan Petrovich Pavlov


Beliau merupakan seorang sarjana ilmu faal. Dalam penelitiannya, ia selalu berusaha menghindari konsep-konsep maupun istilah-istilah psikologi. Studinya yang penting mengenai refleks-refleks yang merupakan dasar perkembangan bagi aliran psikologi behaviorisme.
Penemuan yang sangat menentukan dalam sejarah psikologi adalah mengenai refleks berkondisi (conditioned reflex). Refleks berkondisi akan bertahan walaupun rangsangan tak berkondisi tidak ada lagi.

2.William McDougall

Beliau merupakan seseorang yang banyak meletakkan dasar-dasar bagi paham behaviorisme, namun ia tidak suka menyebut dirinya sebagai pelopor behaviorisme. Ia menamakan ajarannya sebagai psikologi purposif (bertujuan) atau psikologi hormik (hormic psychology).
7 ciri tingkah laku menurut McDougall:
1.Spontanitas gerakan.
2.Ketetapan dari aktivitas yang tidak tergantung.
3.Gerakan yang berketetapan itu bervariasi dalam tujuannya.
4.Gerakan akan berhenti bila sudah tercapai tujuan.
5.Akan terjadi persiapan untuk menghadapi situasi baru.
6.Kalau tingkah laku diulang beberapa kali dalam situasi yang sama, akan terjadi peningkatan efektivitas.
7.Reaksi organisme merupakan suatu totalitas
Kesimpulan : Refleks adalah gerakan yang bukan termasuk tingkah laku karena tidak memenuhi kriteria tersebut.

3.John Broadus Watson

J.B. Watson adalah pendiri behaviorisme di Amerika Serikat. Karyanya yang terkenal ialah Psychology as the Behaviorist. Ia berpendapat bahwa psikologi haruslah menjadi ilmu yang objektif, karena itu ia tidak mengakui adanya kesadaran yang hanya dapat diteliti melalui metode intropeksi. Watson sering disebut sebagai “naïve behaviorist”.
Dalam bidang pendidikan, ia percaya bahwa memberikan proses kondisioning tertentu dalam proses pendidikan, ia bisa membuat seorang anak mempunyai sifat-sifat tertentu.
J.B. Watson juga berpengaruh dalam psikoterapi, yaitu dengan digunakannya proses kondisioning untuk menyembuhkan kelainan-kelainan tingkah laku

4.Edwin Bisell Holt

Peranannya yang penting adalah memberikan landasan-landasan filsafat pada ajaran-ajaran Watson yang naif, sehingga behaviorisme menjadi lebih dapat diterima dan menjadi lebih logis. Holt mengatakan bahwa tingkah laku mempunyai tujuan, bukan sekedar rangkaian refleks belaka. Manusia dinamus karena tujuan tingkah laku manusia berubah-ubah dari waktu ke waktu. Atas dasar pemikiran ini kemudian timbul konsep psikodinamik.

5.Edward Chance Tolman

Ia melanjutkan ajaran Holt dan lebih dekat lagi pada McDougall dengan mengemukakan konsep psikologi purposive dalam behaviorisme. Ia mengatakan bahwa tingkah laku manusia secara keseluruhan disebut tingkah laku molar dan yang lebih kecil lagi disebut tingkah laku molekular. Behaviorisme dari Tolman disebut juga behaviorisme operasional karena ia mencoba memformulasikan tingkah laku ke dalam rumus :
B=f(S,A)
Ket. : B=Behavior;S=Situasi;A=Antecedent.
Kesimpulan : Tingkah laku adalah fungsi dari situasi dan hal-hal yang mendahului situasi tersebut. Dimana tugas psikologi adalah mempelajari hubungan antara B dengan S dan A.

6.B.F. Skinner

Skinner berpendapat bahwa tingkah laku sepenuhnya ditentukan oleh stimulus saja, tidak ada faktor perantara lainnya. Jadi rumusnya B=f(S). Suatu tingkah laku atau respon (R) tertentu akan timbul sebagai reaksi terhadap suatu stimulus tertentu (S). Teori ini dikenal dengan nama Teori S-R dari Skinner. Untuk menjelaskan teorinya, Skineer melakukan percobaan yang disebut proses kondisioning operant.

Daftar pustaka
Sarwono, berkenalan dengan aliran-aliran san tokoh-tokoh psikologi.

Sabtu, 15 Desember 2018

KASUS ABNORMAL (ANXIETY DISORDERS)

NAMA : AMELIA PRITY SYANI

NIM : 181301058 

gambar orang yang termasuk dalam gangguan kecemasan
KASUS ANXIETY DISORDERS DALAM KEHIDUPAN NYATA 


Di-Era sekarang ini kita sudah tidak asing lagi dengan kejadian-kejadian yang mengarah pada gangguan kecemasan. (ANXIETY DISORDERS)Gangguan kecemasan atau anxiety disorder adalah sesuatu yang tidak dapat diprediksi atau dicegah secara langsung. Oleh karena itu, untuk mengurangi gangguan ini, sebaiknya Anda; rutin olahraga, hindari konsumsi alkohol, dan lakukan kegiatan relaksasi dengan teratur. Banyak faktor yang dapat mengarah kan seseorang itu tergolong orang yang menderita gangguan ini. berikut adalah salah satu kasus yang saya ambil dari realita kehidupan nyata saudara saya.  



Pengalamanku

Pengalaman ku selama berkuliah di psikologi Nama: Amelia Prity Syani NIM: 181301058 kali ini saya ingin membagikan pengalaman saya sela...